Asian Games 2018, Di Mana Semuanya Dimulai

Beranda / event / jakarta
Rasanya sepertinya baru kemarin ketika hari demi hari, saya dengan penuh antusias menunggu-nunggu pembukaan pesta olahraga terbesar sebenua ini - ASIAN GAMES 2018. Kini, ternyata momen itu sudah lewat satu tahun! 

Waktu memang berlalu begitu cepat, bahkan membuat saya tidak sempat, eh malas terus lupa maksudnya untuk mendokumentasikan pengalaman tersebut dalam beberapa paragraf saja di blog ini. Pun demikian, perasaan bangga dan takjub, dijalin bersama kawan-kawan baru membuat semuanya begitu membekas hingga saat ini.

Awal Mula Begitu Antusias dengan Asian Games

Berawal dari bergabungnya saya di forum Skyscrapercity Indonesia (SSCI) di kurun waktu 2016-an, saya mulai menyambangi berbagai diskusi di forum tersebut. Salah satunya adalah tentang Asian Games yang akan diselenggarakan di Indonesia (Jakarta-Palembang) pada tahun 2018 nanti.

Awalnya saya kurang tertarik dengan event ini, namun karena isi diskusinya semakin tahun semakin panas dan menarik sahaja, akhirnya saya mulai melirik bagaimana sebenarnya even ini, dan perbandingannya dengan even sejenis lainnya. Singkatnya, banyak forumer berharap pembukaan Asian Games 2018 bisa sesukses Pembukaan Olimpiade London 2012

Langsung lah saya yang sebelumnya belum pernah nonton Pembukaan London 2012, mencari video pembukaannya di YouTube.

Daaan… saya langsung tercengang dengan kemegahannya.


Hmmm
, akhirnya perasaan inferior bawaan orang Indonesia ini berkata, memang bisa ya Indonesia membuat acara semegah itu nanti? Kalau pun tidak megah, yang penting jangan maluin-maluin dah. 


Optimisme muncul ketika yang akan terlibat dalam konsep acara itu Wishnutama, CEO NET yang sudah terbukti berpengalaman membuat acara-acara kece. Apalagi melihat area GBK akan direnovasi besar-besaran untuk mendukung perhelatan ini.

Yang awalnya saya masa bodoh, akhirnya dengan segenap keteguhan hati saya menanamkan niat ke diri saya bahwasannya besok pada tanggal 18 Agustus 2018 saya harus melihat acara Pembukaan Asian Games 2018! Maka dari itu, saya harus di Jakarta pada kurun waktu tersebut. Alhamdulillah, pas saat waktunya saya dapat kerja di Jakarta juga.

Opening Asian Games 2018, I'm coming!!!

Akhirnya Bertemu dengan Forumer SSCI

Yang jadi masalah sekarang adalah, saya nonton dengan siapa? Tidak mungkin saya nonton sendirian. Ngajak teman pun pasti bakalan sulit karena harga tiket termurah untuk pembukaan saja 750 ribu rupiah. Belum tentu juga teman-teman saya tahu pembukaan acara seperti ini memang bakalan semegah apa sampai tiket saja harganya bisa jutaan.

Beruntunglah, kawan-kawan forum yang saya ikuti ternyata bakalan mengadakan nonton bareng. Baiklah ikut ini saja, lebih baik daripada garing tidak ada teman sama sekali. 

Satu hari menjelang hari-H, semua calon penonton yang sudah membeli tiket secara online diharuskan menukar tiketnya dengan menukar tiket fisik. Dari sini lah momen-momen tak terlupakan dimulai. 

Pagi, saya turun dari Go-Jek di depan pintu 7 GBK yang pada saat itu sedang panas teriak. Antrian sudah mengular meski kios penukaran belum dibuka. Beberapa kawan forum yang sama sekali belum saya kenal sebelumnya sudah janjian untuk antre menukar tiket bareng agar bisa duduk berdekatan.

Dengan canggung saya menyapa,  “Ini dari forum SSCI ya?”. Untunglah dijawab dengan hangat juga. Kesamaan interest membuat saya bisa dengan mudah nyambung dengan segala jenis obrolan. 

Walaupun sedikit antre panjang. Penukaran tiket hari itu sukses, tanpa ada drama-drama berarti. Kamipun bersiap untuk besok!
Meet up pertama kami

Nonton Bareng Opening Ceremony Asian Games 2018

Hari itu tiba! Setelah penantian panjang. Entah berapa kali sudah klip lagu-lagu dari album Theme Song AG 2018 di Spotify saya putar tiap harinya mengiringi waktu saya bekerja. Lini masa berita, update di forum, berbagai atribut di setiap penjuru jalan tentang AG semakin membuat atmosfer momen ini begitu spesial.

Cukup berbekal tiket dan kaos sablonan Asian Games yang dijual salah seorang anggota forum, saya berangkat ke GBK. Kami berkumpul di FX Sudirman. Beranjak sore, kami mulai masuk ke GBK. 

Setelah melalui pengamanan yang berlapis, kami berhasil masuk dan menemukan tempat duduk kami - ROW 11. Sisanya, tak perlu ditanyakan lagi. Bersama puluhan ribu penonton lainnya di GBK. Rasa takjub dan bangga tak henti-hentinya kami rasakan.


  • Panggung gunung yang beneran gunung lengkap dengan air terjun dan pepohonannya.
  • Video atraksi Pak Jokowi (ya iya lah, stuntman) yang keren dan membuat seisi stadion histeris.
  • Tarian pembuka Ratu Jaroe oleh ribuan penari yang bikin bulu kuduk merinding.
  • Musik Ronald Steven yang keren mengiringi sepanjang parade atlet, pertunjukan Medley Nusantara hingga penyalaan kaldron. 
  • Sampai pertunjukkan kembang api yang tiada hentinya.
  • Indonesia banget, dan amazing lah pokoknya!
Suara saya habis untuk teriak-teriak sepanjang acara. Tenaga habis untuk loncat-loncat gak karuan. Harga 750 ribu yang sudah saya sisihkan untuk ditabung berbulan-bulan, rasanya tidak ada apa-apanya untuk menonton acara semegah ini. 

Justru mungkin saya akan menyesal seumur hidup jika sampai tidak ikut. Belum tentu 10, 20 bahkan 50 tahun lagi Indonesia kembali menjadi tuan rumah acara olahraga multi-even dengan level seperti ini. Penantian panjang benar-benar terbayarkan.

Tidak Cukup Asian Games 2018

Asian Games 2018 memang sudah berlalu. Saya bersama ROW 11 - sebutan tim hore Asian Games kami, tampaknya tidak bisa move on, dan memang berencana tidak akan move on

Setelah event tersebut, kawan-kawan forum yang saya temui inilah yang selalu jadi rujukan pertama saya untuk diajak nonton berbagai hal random bareng khususnya event olahraga dan nyinyirin proyek infrastruktur. Saking seringnya ngumpul bareng, kawasan GBK sudah seakan menjadi tempat tinggal kedua saya setelah kamar kost di Jakarta.



Terima kasih Asian Games 2018 yang sudah memberikan warna baru dalam hidup saya. Semoga Indonesia berkesempatan lagi menyelenggarakan even sejenis dengan lebih meriah dalam sepanjang hidup saya.