MRT Jakarta: Sebuah Mimpi yang Menjadi Kenyataan

Beranda / jakarta / modaTransport
Sejak dulu, saya selalu mempertanyakan mengapa Indonesia tidak punya kereta bawah tanah sementara kota-kota di luar negeri jaringan kereta bawah tanahnya sudah luas menjangkau seantero kota. Bagaimana jika Indonesia, setidaknya Jakarta punya hal demikian? Apakah mungkin suatu saat akan ada MRT di Jakarta?

Secercah harapan muncul ketika Jokowi - Gubernur Jakarta yang dulu baru dilantik belum setahun tiba-tiba memulai groundbreaking MRT Jakarta yang sebenarnya perencanaanya sudah ada puluhan tahun sebelumnya.  Awalnya saya sempat skeptis, ah mungkin just another proyek php mangkrak lagi dari Pemerintah, namun dalam perkembangannya, walaupun agak lambat, proyek ini nampak serius dengan progres yang sangat mengagumkan.

Tahun 2014, pas saya ke Jakarta, ketika naik Transjakarta koridor 1 dan melihat hoarding proyek MRT, saya sangat antusias, dan menanamkan janji kepada diri sendiri nanti 4-5 tahun lagi saya akan kembali ke Jakarta untuk naik kereta bawah tanah pertama di Indonesia ini.


Video keren ini wajib ditonton.

Hampir di setiap kesempatan, saya mengikuti perkembangan proyek ini. Mulai dari melansir berita tentang MRT Jakarta, mengikuti thread MRT Jakarta di Skyscrapercity hingga mengikuti channel Youtube MRT Jakarta yang setiap bulannya menerbitkan video keren dokumentasi perkembangan proyek MRT Jakarta ini.

Public Trial Run MRT Jakarta

Dan akhirnya, setelah menunggu hampir 5 tahun, saya berkesempatan mencoba trial run MRT Jakarta di bulan April ini. Bersama teman-teman Row 11 AG Enthusiast - Skyscrapercity, saya dan teman-teman sudah menyiapkan hal ini jauh-jauh hari. Bahkan sebelumnya, kami sempat mewacanakan ikutan kuis MRT Jakarta agar bisa naik lebih duluan, namun sayangnya tidak terealisasi. Pas pemesanan tiket public trial run dibuka melalui aplikasi Bukalapak, kami langsung gerak cepat mencari tiketnya.

Untuk menyemarakkan suasana, kami mencetak spanduk/banner kami sendiri. Bahagia bukan main rasanya, sebagai urban development enthusiast, momen MRT pertama di Indonesia pasti tidak boleh kami lewatkan.

Masuk dari Stasiun Bundaran HI

Berkumpul pukul 08.00 pagi dengan penuh semangat, Stasiun Bundaran HI yang merupakan stasiun paling ujung MRT fase 1 menjadi stasiun yang kami pilih sebagai stasiun awal kami mengikuti uji coba publik MRT.  Mulai dari pintu masuk ke bawah tanah, rasa kagum tidak henti-hentinya kami ungkapkan, dan entah berapa kali ucapan , “ah kayak bukan di Jakarta” terlontar.

Uji Coba Publik MRT Jakarta

Walaupun tidak semewah stasiun bawah tanah di Rusia atau Thailand, stasiun yang dimiliki MRT Jakarta ini bersih, rapi dan fungsional (iya dong, desain dan pengawasannya aja mengikuti dari Jepang).

Karena uji coba publik ini masih gratis, kami tidak perlu membayar dan hanya cukup menunjukkan tiket yang sudah kami pesan sebelumnya dari aplikasi Bukalapak. Ke depan, pas berbayar pengguna bisa naik dengan menggunakan kartu uang elektronik dari berbagai bank.


Peron Stasiun MRT Bundaran HI - Lengkap dengan Platform Screen Door

Peron kereta berada di lantai level kedua bawah tanah, dan pas kami sampai di bawah, kereta arah menuju Lebak Bulus sudah siap untuk berangkat. Pintu kereta dan platform screen door tertutup dan kereta berangkat persis seperti jadwal waktu yang tertera. Benar-benar suatu hal yang mengagumkan bagi kultur masyarakat Indonesia yang senangnya ngaret.

Spesifikasi Kereta MRT (Ratangga), Perbedaan dengan KRL Commuter Line

Sebenarnya, secara spesifikasi kereta MRT Jakarta ini tidak jauh berbeda dengan KRL Commuter Line yang sudah ada di Jabodetabek. Lha wong, kereta KRL CL itu sebenarnya bekasan MRT Jepang. Sama-sama menggunakan rel dengan lebar 1067 dan Listrik Aliran Atas (LAA).


Interior MRT Jakarta


Bahkan kalau dilihat secara teliti kursi KRL lebih bagus daripada kursi MRT karena kursi MRT terbuat dari plastik saja sedangkan KRL sudah ada alas busanya. Yang membedakan secara signifikan sebenarnya adalah jalurnya yang melayang dan di bawah tanah yang bebas gangguan karena tidak ada perlintasan sebidang dengan jalan raya.

Stasiun MRT Menarik


Dalam koridor 1 fase 1 ini, MRT Jakarta membentang sepanjang 16 km dari Bundaran HI ke Lebak Bulus. Terdiri dari 6 stasiun bawah tanah dan 7 stasiun layang. Sepanjang perjalanan, berikut ini adalah stasiun-stasiun spesial yang kami singgahi.

Stasiun Dukuh Atas BNI
Stasiun transit untuk berpindah ke KRL Stasiun Sudirman dan Kereta Bandara Stasiun BNI City.

Stasiun ASEAN
Stasiun layang pertama setelah dari stasiun bawah tanah. Stasiun ini akan terkoneksi dengan Transjakarta Koridor 13 (Halte CSW)

Stasiun Blok M
Memiliki 3 jalur sendiri, terkoneksi dengan Mall Plaza Blok M.

Stasiun MRT Blok M

Stasiun Fatmawati
Berada setelah belokan di TB Simatupang, stasiun tertinggi dan paling keren pemandangan sunsetnya.

Stasiun Lebak Bulus
Stasiun paling ujung di selatan. Dekat dengan depo - tempat parkir kereta MRT.




Stasiun Istora Mandiri
Karena persis berada di depan Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno, stasiun ini pastinya akan sering kami gunakan jika ingin melihat event di area GBK.

Kami di Depan Stasiun Istora Mandiri
Memiliki 1 jalur MRT saja, rasanya sudah sangat membantu sekali warga Jakarta yang ingin bermobilisasi di jalur Lebak Bulus - Bundaran HI tanpa macet. Sungguh hal yang sebelumnya hampir mustahil terjadi. Melihat beroperasinya MRT Jakarta ini, realistis lah rasanya kalau sekarang saya berani bermimpi Jakarta dan kota-kota di Indonesia lain punya MRT yang menjangkau seantero kotanya?

#IndonesiaMaju