Wisata Sejarah di Candi Prambanan

Sejarah di Jogja tak cuma berhenti dengan budaya Jawa Mataraman saja. Jauh sebelum itu, daerah ini sudah memiliki peradaban yang cukup maju. Diantaranya dibuktikan dengan adanya peninggalan-peninggalan mega candi seperti Borobudur dan Prambanan.

Walaupun sekarang kedua mega candi tersebut secara administratif letaknya tidak berada di Provinsi DIY, baik Borobudur maupun Prambanan tetap saja merupakan tempat yang menarik dan setidaknya wajib dikunjungi sekali seumur hidup.

Candi Prambanan relatif lebih dekat dan mudah diakses dari pusat kota Jogja daripada Candi Borobudur. Terdapat rute Bus TransJogja yang bisa mengantarkan kita hingga kawasan wisata candi tersebut.

Dengan pertimbangan tersebut, aku dan teman-temanku memutuskan untuk main-main kesana. Dari Keraton Jogja, kami kembali ke halte Malioboro 3. Kami menaiki bus rute 1A yang memiliki rute sampai ke Terminal Prambanan. Rute bus ini sepertinya selalu padat karena selain merupakan koridor utama, juga karena melewati bandara Adi Soecipto. Perjalanan ke Terminal Prambanan kami tempuh dalam waktu tak sampai 40 menit.

Letak Terminal ini persis di perbatasan Provinsi DIY dengan Kabupaten Klaten,Provinsi Jawa Tengah. Untuk mencapai Candi Prambanan, kami masih harus berjalan dulu kira-kira 500-800 meter ke arah timur. Jika tidak mau capek dan mau ngeluarin uang dikit, mungkin bisa naik ojek atau becak yang ketika turun di Terminal Prambanan banyak yang nawarin. Karena berada persis di samping jalan provinsi, kawasan wisata candi Prambanan dapat terlihat dengan jelas dari luar.

Kawasam Wisata Candi Prambanan

Tiket masuk prambanan untuk wisatawan lokal dibanderol seharga Rp. 30.000. Ada paket menarik lain sih sebenarnya, Candi Prambanan + Ratu Boko  seharga Rp. 45.000 Kompleks Ratu Boko ini katanya sih sangat pas untuk dibuat melihat sunset(matahari terbenam). Untuk transportasi ke Ratu Boko, bakalan difasilitasi shuttle bus. Kami beli tiket untuk Prambanan saja, toh itupun udah luas banget.

Masuk kompleks Candi Prambanan, kami disuguhi hamparan taman luas nan rapi. Di belakangnya, kompleks candi Prambanan berdiri tegak menawan. Kamipun naik ke kompleks tersebut. Disana, berdiri candi utama yang paling besar dikelilingi candi-candi lain yang lebih kecil. Jumlah candinya memang tak sampai 1000 seperti yang ada di cerita Roro Jonggrang, namun tetap saja candi-candi ini merupakan suatu hal yang amazing. Entah bagaimana dulu membangunnya dengan keterbatasan alat-alat konstruksi di zamannya.


Di dinding candi, terdapat berbagai relief menarik yang mungkin berisi kehidupan masyarakat di zaman tersebut. Karena bukan ahli sejarah ataupun arkeologi(ini benar kan nama ilmunya?), tentu saja sulit untukku memahami arti dari relief-relief tersebut.

Relief di Candi Prambanan, sayang yang kefoto buka bagian yang nyeritain kehidupan masyarakatnya.

Untungnya walaupun kompleks candi ini lokasinya terbuka, kondisi langit yang mendung menyelamatkan kami dari teriknya cahaya matahari. Alhasil kamipun betah berlama-lama menikmati mahakarya nan agung ini. Beberapa turis asing seperti dari Korea dan India sangat antusias mengelilingi Candi Prambanan ini dipandu dengan beberapa tour guide yang mungkin berasal dari mahasiswa kerja praktik.

Puas menikmati kompleks candi, kamipun keluar dari kompleks tersebut. Sesuai rute dari pengelola, kami melewati beberapa obyek lainnya seperti museum dan tempat berkemah. Dan ternyata masih ada candi-candi lain yang tersebar di sekeliling Candi Prambanan tersebut walaupun tak semassive kompleks utama.

Kami mampir di mushola untuk Sholat Ashar. Selanjutnya kami berhenti di tempat penangkaran rusa. Hmmm, lumayan banyak juga rusa-rusanya. Lucu-lucu lagi.


Rusa-rusa di Penangkaran Candir Borobudur

Karena takut kesorean dan was-was kalau nanti hujan. Kami bergegas untuk pulang kembali ke kota. Untuk keluar dari kawasan wisata Candi Prambanan, kami harus melewati pusat souvernir atau oleh-oleh terlebih dahulu. Banyak oleh-oleh menarik sih, cuma sayang budget terbatas jadi gak beli apa-apa.

Dengan tiket seharga 30ribu, fasilitas yang diberikan lumayan lengkap. Obyek yang bisa dikunjungi pun lumayan banyak. Gak rugi deh pokoknya ke Prambanan. Apalagi kesempatan untuk melihat bukti sejarah kemajuan nenek moyang kita ratusan tahun yang lalu, tentunya adalah suatu hal yang tak ternilai harganya.

:)